Touna Sulteng Publiknusantaranews.id – Krisis air di Kabupaten Tojo Una-Una ahir-ahir ini diakibat curah hujan yang kurang atau musim kemarau berkepanjangan, hal ini mengakibatkan masyarakat di Tojo Una-Una khususnya yang berada di perkotaan kekurangan air.
problem ini diakui Direktur PDAM Touna, Mukminsyah Latjuba kepada wartawan di Kantornya pada Kamis siang, 2 April 2026.
Direktur PDAM Mukminsyah mengungkapkan, Kalau kita lihat curah hujan saat ini memang kurang. “volume embung kita itu cukup besar, namun dengan kurangnya curah hujan mengakibatkan intake kita tak dapat menampung air yang lebih.”
Akibat dari itu kata dia, PDAM mengusulkan kepada pemerintah yang punya kebijakan untuk dapat menambah Intake, mengeruk yang ada saat ini, dan menambah sumber air baru, katanya.
Mukmin menjelaskan, kekurangan air di daerah karena masih banyak masyarakat terutama pelanggan PDAM menilai, PDAM kurang antisipasi terhadap kondisi ekstrim yang terjadi beberapa bulan terahir ini mengakibatkan Touna, khususnya Masyarakat diperkotaan mengalami krisis air bersih.
“kita semua mungkin keliru memahami, jadi lewat kesempatan ini saya menyampaikan bahwa PDAM itu hanya operator menjalankan yang ada, dan memberikan terobosan dan langkah – langkah baru,” tambahnya.
Menurut Mukmin, permasalahan di kota Ampana ini yang selalu ditonjolkan adalah tidak ada hujan sehingga perlu penambahan Intake dengan volume tampungnya besar dan mencari sumber air baru, saran direktur PDAM itu.
Selanjutnya kata dia, untuk menghadapi kondisi yang sedang melanda daerah kita ahir-ahir ini. Mukmin menawarkan solusi yang dianggapnya paling efektif yaitu memperluas Intake, dan sumber air baru, itu termasuk perencanaan PDAM tahun 2026 ini
Mengahiri pembicaraannya, Direktur PDAM itu mengingatkan kita semua agar perlu menjaga kelestarian hutan, sebab itu menjadi tanggung jawab kita bersama, baik aparat maupun Masyarakat sendiri.**(SMS)